Perawatan dan Pembesaran Ayam Kalkun
Amr Farm Klaten - Hari - hari awal setelah ayam kalkun menetas menjadi masa yang krusial bagi kelangsungan hidup anakan ayam kalkun. Tidak jarang ada beberapa anakan ayam kalkun yang mati setelah menetas. Faktor penyebab kematiannya beragam, mulai dari nutrisi dari indukan yang jelek sehingga telur yang dihasilkan jelek, cuaca ekstrim, terkena penyakit atau gangguan binatang lain seperti tikus. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan bagi anakan kalkun yang baru menetas.
1. Pemisahan dari Indukan
Dalam sekali masa bertelur, seekor indukan kalkun dapat menghasilkan telur belasan hingga 25 butir. Karena jumlahnya banyak seringkali telur menetas dalam waktu yang tida bersamaan. Selisih waktu menetas antara satu telur dengan telur lainnya bisa 1 hingga 5 hari. Segera ambil anakan kalkun yang menetas dan sudah kering bulunya untuk ditempatkan dalam kandang tersendiri, jauhkan dari kalkun yang remaja maupun dewasa.
2. Kontruksi Kandang Bersih dan Hangat
Anakan kalkun jika tidah dipisahkan dengan induknya secara alami mendapatkan kehangatan dari induknya. Sebagai ganti tempatkan anakan ayam kalkun dalam kandang yang hangat. Untuk dipeternakan Amr Farm anakan saat dipisahkan dari indukan atau keluar dari mesin tetas ditempatkan di tempat khusus tanpa menggunakan lampu / listrik. Jangan khawatir meski tidak ada lampu anakan ayam kalkun tetap mendapatkan kehangatan. Pada umumnya anakan kalkun, remaja maupun indukan tidak tahan terhadap cuaca yang dingin, sehingga jika ingin beternak kalkun pelajari dulu bagaimana membuat kandang yang baik.
Selain kehangatan perlu diperhatikan faktor kebersihan mulai dari tempat pakan, tempat minum dan sanitasi ( kotoran ayam kalkun ). Kondisi kandang yang becek karena tumpahan air minum atau kotoran ayam sangat tidak sehat buat bibit, remaja maupun indukan kalkun. Meskipun menggunakan koran atau karung goni yang menyerap air, harus tetap menggantinya jika sudah penuh dengan air dan kotoran yang basah. Jika kondisi dingin bisa gunakan karung goni atau jerami karena saat cuaca dingin anakan ayam seringkali perlu sesuatu untuk dicengkeram. jika tidak telapak kaki atau jari kaki yang masih lemah ini dapat membentuk melengkung dan terbawa higga dewasa.
3. Beri Kerikil pada Tempat Minum
Pada usia 1 hari hingga sebulan anakan ayam kalkun sangat rawan terkena flu atau pilek. Salah satu pemicunya adalah saat anakan kalkun minu, paruhnya terlalu masuk ke tempat minum sehingga hidung menjadi basah. untuk menghindari hal tersebut bisa gunakan tempat minum yang permukaan rendah atau menggunakan tempat minum biasa yang dijual di pasaran dengan menambahkan kerikil dipinggiran tempat minum. hasilnya saat ayam minum paruh tidak masuk kedalam dan hidung pun tidak basah.
Masih berhubungan dengan tempat minum, ingat selalu ganti air minum setiap hari dan membersihkan tempat minumnya. Air minum yang tidak diganti memudahkan anakan, remaja dan indukan kalkun terserang penyakit.
4. Pemberian Pakan Bergizi
Berikan pakan yang bergizi untuk anak kalkun, remaja dan indukan. Bisa diberikan pur awal untuk ayam yang banyak dijual di toko-toko, jangan dulu diberikan makan bekatul atau hanya beras dan jagung. Pakan diberikan dalam wadah dan tidak ditaburkan langsung ke lantai atau alas kandang karena akan terkontaminasi kotoran dan penyakit.
5. Jemur di sinar matahari pagi
Setiap pagi kalkun beserta kandangnya dapat dijemur beberapa saat di panas matahari pagi. Selain dapat menguatkan tubuh anak kalkun, penjemuran dapat mengurangi kelembaban alas kandang dan membunuh kuman penyakit.
Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan dalam merawat dan membesarkan anakan kalkun agar dapat tumbuh baik dan sehat.



0 comments:
Post a Comment